Benteng Van der Wijck
4
Benteng Van Der Wijck terletak di Gombong, sekitar 19 km dari pusat kota Kebumen. Benteng ini merupakan benteng peninggalan Kolonial Belanda yang memiliki keunikan karena berbentuk segi delapan dan terbuat dari batu bata. Usia benteng diperkirakan mencapai ratusan tahun karena dibangun pada masa perang Pangeran Diponegoro (1825-1830). Pada masa pendudukan Jepang, kompleks Benteng Van Der Wijck difungsikan sebagai tempat pelatihan anggota PETA (Pembela Tanah Air), sebuah organisasi tentara Indonesia bentukan Jepang untuk menghadapi sekutu. Pada tahun 1947, Belanda kembali menguasai Gombong. Setelah Indonesia merdeka, kompleks benteng dimanfaatkan oleh TNI Angkatan Darat. Benteng Van Der Wijck dikembangkan sebagai daya tarik wisata sejak tahun 2000 silam yang dilengkapi dengan beragam fasilitas.
Ulasan Pengunjung
Benteng pertahanan Hindia Belanda yang dibangun pada abad ke 18. Benteng ini terletak di kota Gombong, sekitar 20 km sebelah barat dari Ibukota kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, 7 km Barat Kota Karanganyar, atau 100 km dari Yogyakarta.Nama benteng ini diambil dari Van Der Wijck, yang kemungkinan nama komandan pada saat itu. Nama benteng ini terpampang pada pintu sebelah kanan.Berlokasi di Jalan Sapta Marga No. 100, Sidayu, Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah 54416
harga tiket masuk 25rb per orang termasuk 2 tiket untuk naik kereta di atas benteng dan waterpark. Namun kami kesulitan menemukan waterpark. Di dalamnya terdapat hotel wisata yang tidak terlalu besar. Suasana jaman dahulu terasa dan terdapat foto-foto bersejarah dengan perubahan benteng yang sudah dipugar. Terdapat mushola di dalam area. Camilan yang dapat dibeli disekitar benteng adalah tempe mendoan yang enak dan kentang ulir.
Tulisan ini saya dedikasikan untuk Pak Gunawan dalam kunjungan kami kerumah beliau. Tetap semangat, Pak!Ketika itu setelah dari rumah di bilangan Desa Karangsari, kami berencana mengunjungi salah satu tempat unik di Kebumen yaitu Benteng Fort van der Wijck. Ternyata Bapak turut serta dalam perjalanan kami, ya bisa jadi untuk mengusir kepenatan dirumahnya ya hehe. Tapi kami senang juga, karena ada pemandu wisata lokal bersama kami hehe. Sepanjang jalan Bapak bercerita bahwa benteng peninggalan Belanda ini sudah cukup tua, bahkan lebih tua daripada Perang Diponegoro. Dulu beliau pernah berkunjung kesini ketika darmawisata sekolahnya. Sepanjang jalan, beliau menceritakan apapun yang kami lihat, termasuk pabrik genteng tanah liat yang bangunan-bangunan pabriknya amat unik, seperti bercorong ke atas. Ya, memang Kebumen ini adalah sentra genteng.Dalam perjalanan disana, beliau juga sempat bercerita bahwa Benteng Gombong ini berada dalam komplek militer yang amat tua namun lengkap karena ada pertahanannya, sekolah militernya hingga rumah sakitnya. Semua masih merupakan bangunan era jaman kolonial Belanda. Kami masuk dengan membayar tiket 25 ribu. Ketika itu benteng masih sepi, mungkin karena hari kerja. Tapi fasilitas bisa dibilang oke juga. Kami menumpang mobil wisata untuk berkeliling benteng. Di sekitaran juga terdapat area komersil seperti tempat bermain anak, hotel hingga aula untuk pertemuan/resepsi. Kita juga akan melihat bahwa benteng ini sendiri pun dapat disewa untuk keperluan seperti syuting (beberapa film dan video klip pernah mengambil gambar disini) dan penyelenggaraan acara seperti manasik haji, expo dan rapat lainnya.Namun bangunan benteng tua ini sendiri menurut saya kurang terawat, dengan beberapa titik kita temukan bobrok. Dalam diorama yang ada di benteng pun, kurang menceritakan mengenai awal mula benteng ini berdiri. Namun untuk sekedar berfoto, mengetahui sejarah (karena kami langsung berselancar daring untuk mencari info mengenai benteng) dan mengagumi arsitektur jaman Belanda dengan ciri khas lengkungannya, sudah cukuplah apalagi benteng ini berada di dalam Kebumen. Dari info yang kami terima, benteng ini pernah digunakan sebagai asrama sekolah militer sehingga kita dapat temui bangsal-bangsal besar tempat para taruna beristirahat. Tidak lupa kalian harus mencoba naik kereta mini diatas bangunan benteng untuk mengelilingi atap benteng. Ini amat unik! saya belum pernah menemukan benteng Belanda yang punya wahana seperti ini setelah sebelumnya saya pernah ke benteng di Jogja dan Makassar. Dengan angin semilir diatas benteng, kamu dapat mengitari benteng dan menyaksikan daerah militer Gombong dari ketinggian.Dengan usaha komersialisasi yang telah dilakukan, serta dukungan dari pemerintah, pengunjung tentu berharap pengelola dapat merawat benteng ini sebaga cagar budaya dengan lebih baik lagi. Karena benteng ini adalah saksi bisu perjuangan rakyat Indonesia di Kebumen dalam merebut kemerdekaan. Semoga benteng ini terus terawat, menarik wisatawan, bukti sejarah dan menjadi ikon perjuangan rakyat Kebumen. Terekomendasi!
Benteng ini terletak di daerah Gombong. Dari pasar Wonokriyo Gombong, tinggal lurus saja sampai menemui jalan menuju rumah sakit pius. Dari sana tinggal ikuti jalan saja atau tanya ke warga sekitar. Benteng ini adalah benteng peninggalan Belanda dulu. Jadi saat pergi ke tempat ini dengan anak-anak, mereka sekalian belajar sejarah.
ini adalah peninggalan sejarah dan budaya. Benteng peninggalan Belanda ini terdapat hotel (penginapan) di kompleksnya. Lokasinya yang dekat dengan stasiun Gombong.Perlu dirawat dan diberikan keterangan yang memadai bagi wisatawan yang berkunjung.
Benteng Van Der Wijck ini merupakan benteng yang dibangun semasa penjajahan Belanda. Yang menarik dari benteng ini adalah bentuknya yang segi enam dan berwarna merah.
Benteng peninggalan Belanda yang masih di rawat dengan baik oleh pemerintah,sehingga kita dapat belajar sejarah dari peninggalan ini
Benteng yg bersejarah tp juga bisa digunakan sebagai tempat wisata. Harga tiket masuk yg terjangkau.
Udah lama ke sininya, itu waktu habis selese UN SMP. Dan sekarang aku udah kuliah semester 5. Kalau menurut saya sendiri sih tempat ini bagus dan cukup bersih, ada bagian yang agak gelap sih tapi yang lainnya ngga ada masalah dengan pencahayaan kok. Seneng kalo liat bangunan bersejarah kayak gini. Tapi rasanya agak berharap ada wahana lain yang bikin benteng ini ngga terlalu krik krik.
Menikmati pesona benteng peniggalan belanda sambil menikmati kereta listrik yang berada pesersis di atas benteng memang menjadi sesasi tersendiri buat pengungunjung yang mengunjungi benteng van der wick
Bila bepergian lewat jalur selatan pulau Jawa, tidak ada salahnya mampir sebentar ke benteng peninggalan zaman pwrang Diponegoro ini. Letaknya yang dekat dengan jalur lintas memudahkan kita untuk mencarinya. Cukup dengan membayar 20-25ribu perak (saya lupa berapa pastinya) kita sudah diajak keliling benteng di bagian bawah juga atas. Yap, keunikan benteng ini, selain arsitekturnya yang unik berbentuk octagonal, juga di atapnya ada kereta mini. Masih bisa berfungsi dengan baik. Warnanya yang merah ngejreng, sangat cocok untuk jadi latar foto-foto kamu!
ini adalah peninggalan sejarah dan budaya. Benteng peninggalan Belanda ini terdapat hotel (penginapan) di kompleksnya. Lokasinya yang dekat dengan stasiun Gombong.Perlu dirawat dan diberikan keterangan yang memadai bagi wisatawan yang berkunjung.
Benteng ini lokasi tepatnya masuk di dalam Kecamatan Gombong, sepertinya benteng ini adalah salah satu peninggalan penjajah Belanda, namun kami kurang paham siapa yang membangun dan diambil dari nama siapa, info yang ada hanya menyatakan benteng ini dibangun tahun 1881 dan direnovasi sekitar tahun 1998. Bentengnya tidak terlalu luas dan saat ini dijadikan tempat wisata, cukup banyak spot untuk berfoto dan di dalam ruangan banyak terdapat foto-foto proses renovasi benteng ini. Di atas benteng kita bisa naik kereta mengitari benteng, sementara itu di depan area benteng terdapat hotel wisata dimana kita bisa menginap dan terdapat sebuah gedung aula yang bisa dipergunakan untuk acara gathering atau pernikahan. Dibutuhkan perhatian bersama dari pemerintah dan masyarakat untuk menjaga dan melestarikan peninggalan sejarah ini.
Benteng pertahanan Hindia Belanda yang dibangun pada abad ke 18. Benteng ini terletak di kota Gombong, sekitar 20 km sebelah barat dari Ibukota kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, 7 km Barat Kota Karanganyar, atau 100 km dari Yogyakarta.Nama benteng ini diambil dari Van Der Wijck, yang kemungkinan nama komandan pada saat itu. Nama benteng ini terpampang pada pintu sebelah kanan.Berlokasi di Jalan Sapta Marga No. 100, Sidayu, Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah 54416
Lumayan enak tempat ' a so kita bisa belajar tentang sejarah.Walaupun lumayan jauh dari cilacap.But I'm so excited for going to there and maybe someday i want coming back again to benteng van der wijck
Menyusuri benteng ini laiknya kembali ke memoar masa lalu. Kita bisa menjelajah masuk ke sela-sela benteng dengan spot pemandangan yang indah dan oldest. Pemandangan sekiatr benteng juga keren dan bagus
Salah satu tempat bersejarah sehingga dapat menambah ilmu pengetahuan kita. Tempatnya cukup bersih tetapi agak tidak terawat.
Benteng ini lokasi tepatnya masuk di dalam Kecamatan Gombong, sepertinya benteng ini adalah salah satu peninggalan penjajah Belanda, namun kami kurang paham siapa yang membangun dan diambil dari nama siapa, info yang ada hanya menyatakan benteng ini dibangun tahun 1881 dan direnovasi sekitar tahun 1998. Bentengnya tidak terlalu luas dan saat ini dijadikan tempat wisata, cukup banyak spot untuk berfoto dan di dalam ruangan banyak terdapat foto-foto proses renovasi benteng ini. Di atas benteng kita bisa naik kereta mengitari benteng, sementara itu di depan area benteng terdapat hotel wisata dimana kita bisa menginap dan terdapat sebuah gedung aula yang bisa dipergunakan untuk acara gathering atau pernikahan. Dibutuhkan perhatian bersama dari pemerintah dan masyarakat untuk menjaga dan melestarikan peninggalan sejarah ini.
Udah lama ke sininya, itu waktu habis selese UN SMP. Dan sekarang aku udah kuliah semester 5. Kalau menurut saya sendiri sih tempat ini bagus dan cukup bersih, ada bagian yang agak gelap sih tapi yang lainnya ngga ada masalah dengan pencahayaan kok. Seneng kalo liat bangunan bersejarah kayak gini. Tapi rasanya agak berharap ada wahana lain yang bikin benteng ini ngga terlalu krik krik.
Merupakan bangunan benteng tua yg sangat luas peninggalan penjajahan belanda.jarak antara jogya-gombong kurang lebih sekitar 75km..dimana didalamnya terdapat asrama bekas tentara belanda,meliputi kamar kamar para tentara.mulai dari pintu masuk yg kokoh seperti layaknya pintu kerajaan yg tahan akan guncangan serta melindungi dari ancaman serangan musuh.konon bangunan ini masih berbentuk asli dari zaman penjajahan belanda..bagi wisatawan yg berkunjung ke yogyakarta,sempatkanlah ketempat bersejarah ini.
Salah satu tempat bersejarah sehingga dapat menambah ilmu pengetahuan kita. Tempatnya cukup bersih tetapi agak tidak terawat.
Benteng yg bersejarah tp juga bisa digunakan sebagai tempat wisata. Harga tiket masuk yg terjangkau.
Benteng van der wijck menjadi destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi , saat liburan di kebumen ini menjadi tujuan kita karna bagus untuk berfoto , tapi tempatnya lumayan jauh dari pusat kota .
Bila bepergian lewat jalur selatan pulau Jawa, tidak ada salahnya mampir sebentar ke benteng peninggalan zaman pwrang Diponegoro ini. Letaknya yang dekat dengan jalur lintas memudahkan kita untuk mencarinya. Cukup dengan membayar 20-25ribu perak (saya lupa berapa pastinya) kita sudah diajak keliling benteng di bagian bawah juga atas. Yap, keunikan benteng ini, selain arsitekturnya yang unik berbentuk octagonal, juga di atapnya ada kereta mini. Masih bisa berfungsi dengan baik. Warnanya yang merah ngejreng, sangat cocok untuk jadi latar foto-foto kamu!
Benteng kuno yang sangat indah dan luar biasa. Sayang sekali kurang perawatan. Tempatnya sangat sepi.
Tulisan ini saya dedikasikan untuk Pak Gunawan dalam kunjungan kami kerumah beliau. Tetap semangat, Pak!Ketika itu setelah dari rumah di bilangan Desa Karangsari, kami berencana mengunjungi salah satu tempat unik di Kebumen yaitu Benteng Fort van der Wijck. Ternyata Bapak turut serta dalam perjalanan kami, ya bisa jadi untuk mengusir kepenatan dirumahnya ya hehe. Tapi kami senang juga, karena ada pemandu wisata lokal bersama kami hehe. Sepanjang jalan Bapak bercerita bahwa benteng peninggalan Belanda ini sudah cukup tua, bahkan lebih tua daripada Perang Diponegoro. Dulu beliau pernah berkunjung kesini ketika darmawisata sekolahnya. Sepanjang jalan, beliau menceritakan apapun yang kami lihat, termasuk pabrik genteng tanah liat yang bangunan-bangunan pabriknya amat unik, seperti bercorong ke atas. Ya, memang Kebumen ini adalah sentra genteng.Dalam perjalanan disana, beliau juga sempat bercerita bahwa Benteng Gombong ini berada dalam komplek militer yang amat tua namun lengkap karena ada pertahanannya, sekolah militernya hingga rumah sakitnya. Semua masih merupakan bangunan era jaman kolonial Belanda. Kami masuk dengan membayar tiket 25 ribu. Ketika itu benteng masih sepi, mungkin karena hari kerja. Tapi fasilitas bisa dibilang oke juga. Kami menumpang mobil wisata untuk berkeliling benteng. Di sekitaran juga terdapat area komersil seperti tempat bermain anak, hotel hingga aula untuk pertemuan/resepsi. Kita juga akan melihat bahwa benteng ini sendiri pun dapat disewa untuk keperluan seperti syuting (beberapa film dan video klip pernah mengambil gambar disini) dan penyelenggaraan acara seperti manasik haji, expo dan rapat lainnya.Namun bangunan benteng tua ini sendiri menurut saya kurang terawat, dengan beberapa titik kita temukan bobrok. Dalam diorama yang ada di benteng pun, kurang menceritakan mengenai awal mula benteng ini berdiri. Namun untuk sekedar berfoto, mengetahui sejarah (karena kami langsung berselancar daring untuk mencari info mengenai benteng) dan mengagumi arsitektur jaman Belanda dengan ciri khas lengkungannya, sudah cukuplah apalagi benteng ini berada di dalam Kebumen. Dari info yang kami terima, benteng ini pernah digunakan sebagai asrama sekolah militer sehingga kita dapat temui bangsal-bangsal besar tempat para taruna beristirahat. Tidak lupa kalian harus mencoba naik kereta mini diatas bangunan benteng untuk mengelilingi atap benteng. Ini amat unik! saya belum pernah menemukan benteng Belanda yang punya wahana seperti ini setelah sebelumnya saya pernah ke benteng di Jogja dan Makassar. Dengan angin semilir diatas benteng, kamu dapat mengitari benteng dan menyaksikan daerah militer Gombong dari ketinggian.Dengan usaha komersialisasi yang telah dilakukan, serta dukungan dari pemerintah, pengunjung tentu berharap pengelola dapat merawat benteng ini sebaga cagar budaya dengan lebih baik lagi. Karena benteng ini adalah saksi bisu perjuangan rakyat Indonesia di Kebumen dalam merebut kemerdekaan. Semoga benteng ini terus terawat, menarik wisatawan, bukti sejarah dan menjadi ikon perjuangan rakyat Kebumen. Terekomendasi!
Saya bersama teman-teman berkunjung ke benteng Van der wijck, bertemu dengan bapak gubernur Jawa tengah. 🙏
Benteng kuno yang sangat indah dan luar biasa. Sayang sekali kurang perawatan. Tempatnya sangat sepi.
Saya bersama teman-teman berkunjung ke benteng Van der wijck, bertemu dengan bapak gubernur Jawa tengah. 🙏
Hallo, Salam hangat dari Antoni, kali ini saya berada di Benteng Van Der Wijck, Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia. Bangunan benteng berwarna merah ini memiliki nilai sejarah hal ini terlihat dari pemeliharaan pada benteng van der wijck ini. Benteng van der wijck ini adalah benteng pertahanan Hindia-Belanda yang dibangun pada abad ke-18. Lokasi wisata ini sangat mengesankan, tidak hanya terdapat bangunan benteng bersejarah ini.Di lokasi ini juga terdapat taman hiburan dan kolam renang (waterboom), sangat cocok untuk mengajak liburan bersama keluarga sambil mengenal tentang sejarah pada zaman dahulu. Hal yang sangat saya sukai di lokasi wisata ini adalah Bangunan Benteng Van Der Wicjk nya itu sendiri.Jangan lupa untuk membawa kamera, untuk berfoto di lokasi ini.
Kategori
DTW BUDAYA
HTM
Rp. 0