Demak Great Mosque
4.6
Museum Masjid Agung Demak adalah sebuah museum yang terletak di dalam kompleks Masjid Agung Demak dalam lingkungan alun-alun kota Demak. Museum ini menyimpan berbagai barang peninggalan Masjid Agung Demak. Museum berdiri di atas lahan seluas 16 meter persegi ini menyimpan benda-benda bersejarah yang mencapai lebih dari 60 koleksi
Ulasan Pengunjung
Selain masjid yang dibangun oleh sunan kalijaga, di sini juga terdapat museum dan makam dari anggota kerajaan demak, dan tidak ada biaya masuknya cuma harus lepas alas sandal jika ingin masuk
Merupakan masjid bersejarah yang dibangun oleh walisanga. Salah satu dari empat tiang utama di dalam masjid dibuat oleh Sunan Kalijaga dari potongan kayu yang konon diikat oleh tanaman sejenis rumput. Tiang ini sudah diganti sedang yang asli ada di museum yang berada di lingkungan masjid. Bila berada di masjid ini, jangan lupa foto di depan pintu petir.
untuk menuju masjid ini hanya perlu berjalan kaki 15 menit dari Terminal Demak. Masjid ini merupakan peninggalan wali songo. Didalam kompleks masjid bersejarah ini terdapat museum sehingga kita bisa mengetahui sejarah masjid ini. Masjid ini biasa dikunjungi oleh peziarah yang berziarah di makan sunan kalijaga. Jika berkunjung ke Demak Kota Wali, jangan lupa singgah ke Masjid Agung Demak.
Masjid bersejarah dibangun awal masuknya islam di Nusantara.Saat ini sudah mengalami beberapa kali renovasi. Bentuknya masih rada sama tapi sudah beda dengan aslinya yg berbahan kayu.
Saya sengaja singgah di masjid inu untuk melakukan sholat. Wow ternyata masjid ini sarat sejarah perkembangan awal agama islam. Mukai dari arsitekturnya dan tentu saja saya lihat langsung soko guru (tiang) masjid karya para wali. Juga tak ketinggalan berbagai peninggalan sejarah yang berkaitan dengan syiar islam masa itu serta ada pula makam raden patah di kompleks masjid
kami tiba di mesjid Demak pada hari jumat sekitar 10.30 dan berketepatan tgl merah, parkiran sdh dipenuhi oleh mobil2, cuaca siang itu luar biasa panas sekali, sayang meseum mesjid Demak tutup setiap hari jumat jadi kami tidak bisa masuk ke meseum, sebelum sholat Jumat kami mengunjungi dan berdoa di makam2 yg terletak di belakang mesjid diantaranya Raden Fattah..di kesempatan itu juga kami yg membawa anak2 sekalian menceritakan kisah perjuangan para wali dan sunan dalam menyebarkan agama islam dan sejarah berdirinya mesjid Demak, tempat yg wajib dikunjungi bila tiba di kota Demak selain kita bisa sholat, kita bisa mengingatkan kembali dan menauladani perjuangan dan ajaran mereka dlm menyebarkan dan menegakkan islam
Masjid dengan cirikhas soko guru dari walisongo,yang membuat kita kagum,terdapat makam dan museum disampingnya sangat cocok untuk membangun jiwa religi
Salah satu objek wisata religi yang patut dikunjungi apabila anda melakukan trip ke Jawa Tengah (Semarang dan sekitarnya). Waktu tempuh 45 menit dari Semarang. Lokasi kota Demak adalah antara Semarang dan Kudus. Mudah diakses dengan kendaraan pribadi, tempat parkir luas dan nyaman karena berada di depan alun-alun Demak.Mesjid bersejarah, tua yang sangat menarik. Terdapat juga museum-nya. Sayang, fasilitas toilet dan tempat wudhu agak kurang bersih, dan penjaga penitipan sandal agak galak menagih uang penitipan.
Mampir ke demak tdk afdol jika tdk mengunjungi masjid demak. Masjid para wali. Ada museum yg berisi peninggalan para wali dan sejarah semua wali songo. Ada makam raja2 demak. Sekalian ibadah bisa sekalian menambah ilmu.
Saya sengaja singgah di masjid inu untuk melakukan sholat. Wow ternyata masjid ini sarat sejarah perkembangan awal agama islam. Mukai dari arsitekturnya dan tentu saja saya lihat langsung soko guru (tiang) masjid karya para wali. Juga tak ketinggalan berbagai peninggalan sejarah yang berkaitan dengan syiar islam masa itu serta ada pula makam raden patah di kompleks masjid
Terletak di pusat kota Demak di jalur utama Pantura antara Semarang dan Surabaya. Terletak sekitar 25 km sebelah timur kota Semarang.Penting untuk mengenang penyebaran Islam di pulau Jawa.
Tengah malam mengunjungi mesjid ini, mesjid yang agung peninggalan para wali, dimana keunikan mesjid tersebut ada pilar pilar besat sebagai penyangga mesjid yang salah satunya dibuat oleh Sunan kalijaga dari potongan kayu. Di area tersebut ada makam makam keluarga yang besar dan panjang, serta masih banyak peninggalan peninggalan lainnya sebagai bukti sejarah. Ngga heran demak disebut sebagai kota para wali.
Saat menuju Jepara , saya sempat mengunjungi masjid ini untuk sholat dhuha.masjid yang berwibawa, klasik.dilengkapi museum dan perpustakaan .depan masjid adalah alun alun dengan 2pohon beringin.
Allhamdulilah akhirnya saya dapat berkunjung ke mesjid pertama di jawa berikut ulasan saya:1. Pemeliharaan objek sejarah:Pemeliharaan mesjid demak sangat terawat. Bangunan terlihat masih kokoh dan di rawat dengan baik. Makam para raja demak juga terpelihara dengan baik.2. Kebersihan:Mesjid demak sendiri terlihat sangat bersih karena mesjid ini memang masih digunakan. Tapi sayangnya di makam para raja demak lantai terlihat sangat berdebu. 3. Biaya:Biaya sendiri tidak ada biaya yang ditentukan karena mereka hanya menyediakan kotak sumbangan Rekomendasi:Untuk para wisatawan tempat ini sangat rekomen untuk melihat perkembangan sejarah islam yg masuk untuk pertama kali.
Dilakasi ini saya merasa melakukan wisata sejarah, dimana awal peradaban islam jawa dimulai di masjid ini. Walaupun sebuah masjid, saya bisa belajar lebih detail sejarah islqm jawa di museum yang berada di kompleks masjid ini
Menginjak kota Demak tanpa mampir ke Masjid Demak jangan anda lewatkan, terutama untuk anda yang muslim. Masjid ini akan tetap buka walaupun diluar jam shalat. Sebagai salah satu objek wisata andalan di Kota Demak, Masjid ini menawarkan wisata religi dan napak tilas sejarah penyebaran agama Islam di Jawa yang dibawa oleh wali songo.Arsitektur masjid ini sangat kental dengan budaya Jawa dengan menggunakan pilar-pilar besar sebagai penyangga.
Peninggalan 9 wali Allah yg maha Agung. Masjid ini dibangun dengan banyak sejarah yang menyertainya. Mulai dari Sunan Gunung Jati yang memindahkah kayu jati dari ranah Cirebon ke Semarang hingga Sunan Kalijaga yang merakit tiang masjid dari potongan2 kayu. Masjid ini terletak di kota Demak dengan perjalanan kurang lebih 1 jam ke arah Timur, dari Airport Semarang. Sebagian besar pengunjung adalah para peziarah 9 Wali.
Terletak di pusat kota Demak di jalur utama Pantura antara Semarang dan Surabaya. Terletak sekitar 25 km sebelah timur kota Semarang.Penting untuk mengenang penyebaran Islam di pulau Jawa.
Masjid/Situs Ibadah bersejarah bagi perjalanan penyebaran Agama Islam di tanah Jawa oleh Wali Songo.
lokasi di pusat kota demak. Banyak rombongan datang ke mesjid ini untuk ziarah. Dan tersedia buku" dan oleh" khas demak dan harga terjangkau
Allhamdulilah akhirnya saya dapat berkunjung ke mesjid pertama di jawa berikut ulasan saya:1. Pemeliharaan objek sejarah:Pemeliharaan mesjid demak sangat terawat. Bangunan terlihat masih kokoh dan di rawat dengan baik. Makam para raja demak juga terpelihara dengan baik.2. Kebersihan:Mesjid demak sendiri terlihat sangat bersih karena mesjid ini memang masih digunakan. Tapi sayangnya di makam para raja demak lantai terlihat sangat berdebu. 3. Biaya:Biaya sendiri tidak ada biaya yang ditentukan karena mereka hanya menyediakan kotak sumbangan Rekomendasi:Untuk para wisatawan tempat ini sangat rekomen untuk melihat perkembangan sejarah islam yg masuk untuk pertama kali.
Dilakasi ini saya merasa melakukan wisata sejarah, dimana awal peradaban islam jawa dimulai di masjid ini. Walaupun sebuah masjid, saya bisa belajar lebih detail sejarah islqm jawa di museum yang berada di kompleks masjid ini
Masjid yang masih kental dengan nuansa kejawen. dengan bangunan masjid berasitektur mirip rumah Joglo.Terletak di tengah kota Demak di sebelah alun2 kota.Mudah di akses karena merupakan jalur pantura yang melewati tengah kota Demak.Cocok untuk singgah dan berwisata religi sejenak saat melewati Demak.
Masjid bersejarah dibangun awal masuknya islam di Nusantara.Saat ini sudah mengalami beberapa kali renovasi. Bentuknya masih rada sama tapi sudah beda dengan aslinya yg berbahan kayu.
Masjid dengan cirikhas soko guru dari walisongo,yang membuat kita kagum,terdapat makam dan museum disampingnya sangat cocok untuk membangun jiwa religi
Selain masjid yang dibangun oleh sunan kalijaga, di sini juga terdapat museum dan makam dari anggota kerajaan demak, dan tidak ada biaya masuknya cuma harus lepas alas sandal jika ingin masuk
Keunikan dari masjid ini adalah salah salah satu pilarnya terbuat dari kumpulan tatal (potongan kayu yang diikat menjadi tiang penyangga) yang disumbangkan oleh Sunan Kalijaga. Saat itu masing-masing Sunan menyumbangkan satu pilar. Disebelah kiri masjid terdapat makam-makam keluarga kerajaan Demak yang memiliki nisan jauh lebih panjang dengan nisan saat ini. Lapangan rumput sekeliling simpang Demak menambah tampilan masjid Demak sangat luas. Saat diambil fotonya (22 Oktober 2014) pemandangan pedagang kaki lima sudah bersih, namun jalan parkir ke masjid di tutup sehingga menghambat para wisatawan mendekati Masjid.
Masjid/Situs Ibadah bersejarah bagi perjalanan penyebaran Agama Islam di tanah Jawa oleh Wali Songo.
kami tiba di mesjid Demak pada hari jumat sekitar 10.30 dan berketepatan tgl merah, parkiran sdh dipenuhi oleh mobil2, cuaca siang itu luar biasa panas sekali, sayang meseum mesjid Demak tutup setiap hari jumat jadi kami tidak bisa masuk ke meseum, sebelum sholat Jumat kami mengunjungi dan berdoa di makam2 yg terletak di belakang mesjid diantaranya Raden Fattah..di kesempatan itu juga kami yg membawa anak2 sekalian menceritakan kisah perjuangan para wali dan sunan dalam menyebarkan agama islam dan sejarah berdirinya mesjid Demak, tempat yg wajib dikunjungi bila tiba di kota Demak selain kita bisa sholat, kita bisa mengingatkan kembali dan menauladani perjuangan dan ajaran mereka dlm menyebarkan dan menegakkan islam
Mampir ke demak tdk afdol jika tdk mengunjungi masjid demak. Masjid para wali. Ada museum yg berisi peninggalan para wali dan sejarah semua wali songo. Ada makam raja2 demak. Sekalian ibadah bisa sekalian menambah ilmu.
Kategori
DTW BUDAYA
HTM
Rp. 0